Serangan 11 September 2001

Minggu, 11 September 20110 Komentar

Serangan teroris tanggal 11 September 2001 di Amerika Serikat atau dikenal dengan Peristiwa 9/11 adalah sebuah serangan teroris dengan menggunakan pesawat udara  komersial yang dibajak dan kemudian ditabrakan ke berbagai target serangan. Masing-masing pesawat udara tersebut ditabrakkan ke Menara Utara (WTC 1), Menara Selatan (WTC 2) dan ke Gedung Pentagon. Sedangkan yang satu lagi ke Gedung Putih/ US Capitol Building, namun sebelum mencapai sasaran, pesawat udara itu jatuh di Shanksville, barat daya Washington D.C.

Serangan tersebut merupakan serangan yang terbesar oleh orang non-Amerika sejak tahun 1814, menewaskan seluruh penumpang dalam empat penerbangan tersebut, termasuk pilot dan pembajaknya serta menelan korban lainnya dari petugas kepolisian, dinas pemadam kebakaran dan agen FBI yang tengah berada di lokasi kejadian yang jumlahnya mencapai ribuan orang.

Beberapa jam setelah serangan, FBI mendapatkan nama-nama dan data pribadi dari pilot dan pembajak yang dicurigai. Pada hari penyerangan NSA juga menyadap komunikasi yang mengarah kepada Osama bin Laden sebagai pihak yang bertanggung jawab dan diperkuat dengan hasil yang sama dengan hasil dari penyelidikan Badan intelijen Jerman.

Pada 27 September 2001, FBI mempublikasikan foto-foto dari 19 pembajak berikut kewarga negaraannya serta nama aliasnya. 15 orang dari Arab Saudi, 2 orang dari Uni Emirat Arab, 1 orang dari Mesir dan 1 orang dari Lebanon. Berlawanan dengan profil penyerang bunuh diri pada umumnya, para teroris tersebut berasal dari kalangan terdidik.

Pada tahun 2004, sebelum pemilihan Presiden AS, dalam rekaman videonya Osama bin Laden mengakui keterlibatan Al-Qaeda pada penyerangan ke AS tersebut. Osama bin Laden menyatakan bahwa dia sendiri yang memimpin 19 orang pembajak pesawat itu.

Pro-Kontra sekitar runtuhnya gedung WTC.

Kedasyatan kerusakan yang dihasilkan dari serangan tersebut menimbulkan pertentangan dari berbagai pihak yang menyatakan kemungkinan penyebab lain sehingga mengakibatkan kerusakan sedemikian parah.
  • Richard Gage, seorang arsitek yang telah berpengalaman selama 20 tahun dalam bidang konstruksi, menyangkal pernyataan Komisi 9/11 yang menyatakan bahwa gedung WTC 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7 hancur akibat ledakan yang disebabkan oleh tabrakan dan penyebaran avtur dari pesawat udara. Mereka mencurigai adanya perubuhan terkontrol dengan bahan peledak yang menjadi penyebab runtuhnya menara 1, 2 dan terutama runtuhnya menara 7. Dari berbagai penyelidikan terhadap rekaman video dan analisa lapangan, menurut mereka sangat tidak wajar dan tak dapat diterima secara ilmu pengetahuan apabila menara 7 yang terletak jauh dari menara Utara dan Selatan rata dengan tanah.
  • Capt. Russ Wittenberg, seorang pilot senior, mantan pilot USAF dengan lebih dari  30.000 jam terbang, menyatakan ketidakpercayaannya terhadap hasil investigasi resmi pemerintah. Ia mempertanyakan dirusaknya rekaman pengatur penerbangan saat kejadian 9/11 oleh komisioner FAA, tidak diketemukannya kotak hitam tidak dari satupun pesawat udara serta mempertanyakan tingkat kemahiran pembajak yang menurutnya untuk sekelas pilot berlisensi pesawat perintis sangat mencurigakan dapat mengendalikan pesawat sekelas Boeing 747 dengan kecepatan tinggi dan menabrakkannya pada posisi target yang tidak lebar. 
  • Beberapa pihak menduga pelakunya adalah kelompok Zionis Yahudi karena menurut laporan time.com, dari sekitar 6.000 korban runtuhnya gedung WTC, hanya beberapa saja yang merupakan orang Yahudi. Menurut teori ini, kemungkinan besar orang-orang Yahudi telah diinformasikan untuk tidak datang pada tanggal kejadian itu. 
  • Beberapa saat setelah serangan, sebuah media lokal di Yordania ditelepon seseorang yang mengaku anggota kelompok radikal Jepang menyatakan bertanggung jawab atas aksi itu. Menurutnya, serangan tersebut adalah pembalasan atas serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
  • Beberapa hari setelah serangan, ada seorang menelepon ke televisi Abu Dhabi mengaku dari Front Demokratik Pembebasan Palestina (DFLP), yang mengaku pihaknya bertanggung jawab atas tragedi itu. Namun tak lama kemudian melalui TV yang sama, seorang pejabat senior DFLP membantah klaim tadi.
Referensi : Berbagai sumber.
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kafe Bolejo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger